>>> ” Kepada Mantan Kekasih “

Lima tahun lalu

Cerita usang di lereng bromo…..

Biaskan warna kelabu di remang senja ini, terbesit warna jingga

Kesunyian diantara perebutan siang dan malam, disaksikan rembulan

Masih terdengar tawa, dan

Ada bayangan kita tergambar di pasir gunung, tertimpa sinar lembayung

Walau lima tahun tlah berlalu, seperti sesaat

Disana ada sendu dan keharuan, bahagia

Jiwaku, berlari menuju mesin waktu kuputar musim kemarin

Ada gelitik roman disana, kenang menyentuh hati

Senja menarik tirai malam, kunang kunang pamer cahaya

Kuraih hatiku di pelataran sepi, kering menunggu mu disini

Namun kabut malam telah merampas jiwaku, tanpa daya sendiri

Biarlah semua hanyut,

Dalam permainan waktu kehidupan , malam kian kelam

Kuambil selimut  malam yang tertinggal, ku tutup luka hati

Dari dambaan dan segala harapan,……..

by,C-Tio Okt’09

“” PERCA PERCA CINTA “”

Lara menyeret khayal tanpa batas

Serasa berayun di pucuk pucuk hutan pinus


Gersang,………

Menampar cinta di keheningan sanubari

Kali ini tak perlu merayu dewi malam

Karena api unggun hangatkan naluriku

Semoga wajah sang kekasih berada di antara asap pekat

Pagi yang indah……..


Embun rambati dedaunan

Tanpa pesan apa apa dan harapan

Embun , hanya dingin …….

Kilaunya indah membalut rinduku yang nyaris pudar

Berbilang , tunggu kan datang

Dan ,……..

Kita memang tak pernah berjanji dengan pasti

by>C_tio agst’22_09

“” SEBUAH PERMINTAAN HATI “”

Permintaan hati

Kepada Dara,

Jangan ajak aku berpikir tentang cinta

Dan masalahnya, tapi……

Ajaklah aku untuk merasakannya

Kepada Bunga,

Jangan suruh aku membunuh kumbang

Dan menghentikan laju angin liar……

Perintahkan aku untuk segera menyuntingmu

Kepada Dara dan Bunga,

Aku adalah ranting yang pupus

Dan sebentar lagi ada di bumi

Aku adalah secuil cermin pecah

Yang tak punya wajah lagi.

By ;Agustus’29> . C_tio

” Masih adakah aku di bola matamu ? “

Gelembung buih ombak pesisir grajakan

Hangat dan bening

Merambat ke hati yang galau

Kukenang dirimu pada karang lautan

Pada angin semilir pulau seberang

Ada tawa sejenak dibibirmu yang basah oleh dusta

Ada kerling sekejap mata indah yang bundar dan ingkar

Kekasih, pada siapa dirimu kini bergelayut ?

Kupanjat pelangi tuk menghapus warna warna indah

Kubiarkan mendung menggulung langitku

Rembulan, akan purnamakah engkau malam ini ?

Aku ingin tidur pada gersangmu yang indah

Tanpa semilir angin dan desah nafas

Tanpa dingin dan udara

Karena, aku telah terhapus dari bola matanya

Kekasih, siapakah namamu kini ?

By : C_ Tio agust ‘09

” First Love “

Seuntai kata menghiasi bibir mungilmu

Terdengar mengalun lembut

Menghiasi rona rona hatiku

Menghangatkan dalam kalbuku

Yang telah lama membeku

Hingga mencairkan gelapnya pikiran

Yang tak  mengerti  arti sebuah rasa

Disudut mata terukir kisah kasih

Memori indah antara,

Kalbu yang beku dan hati yang padam

Dengan kau……….

Yang begitu damai dan hangat

Lalu kau poleskan guratan tawa

Coretkan senyum yang terbiasa ada

Senyum yang selalu mengisi hari hari semu ku…

( by,Cendiko_Tio, juli 09>

“ Andaikan Saja “

Andai aku bisa menatapmu

Ingin rasanya aku ungkapkan

Semua perasaan ini

Tapi semua tak mungkin terkabulkan

Andai aku dapat memelukmu

Ingin rasanya selalu dalam pelukku

Hingga sampai keujung hatimu

Sampai diri ini tak bernyawa,

Hingga aku tak dapat melihatmu menangis lagi

Aku ingin kau mengerti pahitnya kehidupanku

Dan semuanya hanya untukmu

Yang selalu aku cintai

Tahukah kau , disini aku kesepian

Tahukah kau , disini selalu memikirkanmu

Besarnya kasih sayang ini,

Tak sebesar yang kumiliki darimu

Dan sayangmu tak sebesar diriku

Tapi aku akan selalu ada untukmu

Walau disaat nanti,

Aku akan hilang dari duniaku

Tapi aku akan selalu ada untukmu.

By C_tio ( arsip-2009

“ Biar kau tahu “

Kulewati hujan deras pagi ini

Sendiri…

Aku diam,

Merenungi waktu yang terus berjalan

Kedinginan,

Kian menusuk hingga ke relung hati

Seketika pening kepala ini

Hujan berganti tetesan air mata

Kini,

Aku hanya bisa memandang

Tetesan yang memercik ditubuhku

Aku menghirup aroma tanah kering yang tersisa

Semakin tersayat hati ini

Mengingat tak ada lagi yang terungkap

Tak ada lagi kisah untuk hari esok…

Hujan badai makin mengganas

Menggetarkan tubuhku

Bergidikku pada hembusan angin

Biarlah toh tak ada lagi yang peduli

Biarlah aku begini

Diperjalanankehidupanku

Agar kau tahu !!

Seberapa setianya aku menantimu

Hadir kembali

Memulas senyum indah

Meronce kata manja

Dan, agar kau mengerti

Sebegitu berharganya engkau buatku

Jika engkau tahu

Kuharap kembalilah padaku

By.lyl.C_tio 25 mei 2009

AkaNkaH akU SeNdiRi ?

Sendiri,

Pikir ku bahagia

Pikir ku bebas

Pikir ku menyenangkan

Sendiri,

Apakah bagai terluka ?

Yang bisa kupendam dan ku kubur

Hingga lenyap ?

Sendiri,

Mungkin membuatku indah

Ketika ia menyayangiku lagi

Tanpa alunan duka

Tanpa senandung cinta

Sendiri,

Begitu sejuk saat ku khayalkan

Saat semua cinta datang

Ingin ku gapai ia

Ku genggam erat di diri ini

Jika harus sendiri

Ku ingin kesendirian yang berarti

Jika ku harus mengakhiri

Ku ingin satu cinta yang pasti

Bukan datang lalu pergi tak kembali

Tapi yang ada di hati, kini ,dan nanti

Jika harus ku menerimanya

Sungguh aku takut untuk menyakitinya,

By.-C_tio (arsip Mar- 2009)

” Bayang mu “

Ku lukis bias bias senyummu

Dalam puing puing bingkai harap yang tersisa

Dan sebagian butir butir rinduku

Ku ingin lepaskan

Bayang manis dan tatap mesramu

Hingga tak lagi kudapati

Luka luka yang mendera satu satunya nafas ku

Namun sekejap pun takmampu kuhindari

Sepi tanpamu

Getar rasa ini

Kerap hadir saat kusendiri

Dan semakin tak kuasa ku tepis bayangmu

Di rinduku yang tak pernah layu

Kini genggamlah anganku

Untuk kau kenang

Agar dirimu nyata selamanya dalam imajinasiku

By. Pc_ ti0juni 09,19th

for mawar biruku,

“ Heh ! ? “

( 2 )

ketika hujan dibulan ini, aku tidak ingin merasakan apa-apa.

Sebab,

ketika cinta ini berlanjut aku tidak jua mencegah

ketika cinta ini dipertanyakan aku tidak bisa menjawab

ketika cinta ini diragukan aku pun tak berdaya

ketika cinta ini akan diakhiri aku hanya menangis

hatiku bimbang harus bagaimana

ketika akan kehilangan orang yang telah mengisi sebagian hidupku

aku tak lagi sanggup

ingin berteriak tapi suaraku telah serak

ingin berlari menjauh tenagaku sudah habis

ingin menangis tapi mataku sudah terlalu lelah dan merah

aku cuma menyesali kenapa harus menyayangimu saat ini

Dan, hanya bisa termenung sendiri disini,

By,-Lyl.cendiko_tio mei ’09

Next Page »